📊 오늘 BTC 시장구조 무료 분석 │ Glenn Neely NeoWave & Harmonic 보기 →
KRW/IDR -- USD/KRW -- USD/IDR -- BTC/USDT -- ETH/USDT -- GOLD/USD -- IHSG 6,356.42 NASDAQ(QQQ) -- KRW/IDR -- USD/KRW -- USD/IDR -- BTC/USDT -- ETH/USDT -- GOLD/USD -- IHSG 6,356.42 NASDAQ(QQQ) --

Green Fee Gading Raya Golf Club Cuma Rp850.000 Weekday, Ini Rangkumannya (Plus Resto Korea 2026)

Ini edisi kedua dari seri lapangan golf sekitar Jakarta. Setelah Imperial Klub Golf di Lippo Karawaci, kali ini saya bahas Gading Raya Golf Club yang ada di Gading Serpong. Urutannya akan lanjut ke Serpong → BSD → PIK. Karena area Serpong cukup luas dan restoran Korea di sana juga banyak, edisi ini fokus ke lapangan dan green fee, sementara rekomendasi restoran Korea di sekitarnya saya susun dari hasil riset.

Ringkasan Cepat: Green Fee sampai Resto Korea

ItemKeterangan
Lapangan18 hole par 72, desain Graham Marsh, dibuka 1996
LokasiGading Serpong, sekitar 45 menit dari Jakarta
Green fee tamuWeekday Rp850.000 / Weekend pagi Rp2.200.000 (termasuk caddie & cart, khusus WNI/KITAS)
Restoran Korea sekitarBorn Ga, kawasan resto Korea Summarecon Mall Serpong, Dae Ga Ya, Hanam Dwaeji, Ganggagukbap, Mr. Park, dll

Isi Artikel

Gading Raya Golf Club — Tentang Lapangan

Dibuka sejak 1996, Gading Raya Golf Club dirancang oleh arsitek golf asal Australia, Graham Marsh. Ini adalah lapangan 18 hole par 72 dengan panjang sekitar 6.400–6.500 meter dari back tee. Di sepanjang lapangan terdapat danau dan saluran air buatan, jadi banyak hole yang menuntut pemilihan klub dan strategi permainan yang cermat. Hole 16 dikenal sebagai signature hole lapangan ini — dari tee reguler berjarak sekitar 380 meter, pukulan drive harus diarahkan ke sisi kanan fairway, lalu pukulan kedua harus melewati water hazard menuju green yang memanjang, sehingga fokus harus terjaga sampai pukulan terakhir.

Lokasinya ada di jantung Gading Serpong. Lewat Jakarta–Merak Toll Road, jaraknya sekitar 45 menit dari interchange Semanggi, 10 menit dari gerbang tol Tangerang, dan 20 menit dari gerbang tol Serpong. Lapangan ini pernah menjadi tuan rumah beberapa turnamen, di antaranya SEA Amateur Team Golf Championship 2017, Indonesia Ladies Amateur Open ke-34 dan Indonesia Men Amateur Open ke-25 pada 2019, serta Asia-Pacific Golf Confederation Mid Amateur Championship 2025. Tahun 2025, klub ini juga menerima Distinguished Contribution to Golf Award dari Asian Golf Industry Federation (AGIF).

Clubhouse-nya dilengkapi kolam renang semi-Olympic, lapangan tenis, pusat kebugaran, pro shop, serta locker room dengan sauna dan layanan pijat, jadi enak untuk bersantai sebelum atau sesudah main. Di driving range juga ada pelatih yang bisa membantu memperbaiki swing.

Sebenarnya, restoran clubhouse serta ruang shower dan sauna baru saja direnovasi total, dan setelah saya coba langsung, kualitasnya sudah setara lapangan golf di Korea. Jadi ini momen yang pas untuk mengajak rekan wanita atau tamu yang baru pertama kali main golf di Indonesia.

Soal tingkat kesulitan, di kalangan pegolf Korea yang sudah lama tinggal di Indonesia, lapangan ini cukup dikenal sebagai lapangan yang “mudah” (walau ini penilaian subjektif ya). Jarak total lapangannya tidak terlalu panjang, jadi sering direkomendasikan sebagai lapangan yang bagus untuk menurunkan handicap.

Menu yang Sayang Dilewatkan — Nasi Padang Rendang

Kalau Anda tidak keberatan dengan rempah-rempah kuat, sangat saya rekomendasikan mencoba Nasi Padang Rendang yang disajikan dalam satu piring langsung di dalam area lapangan golf. Tidak perlu keluar ke warung sekitar — menu ini bisa langsung dipesan di restoran clubhouse. Dalam satu piring itu sudah ada rendang, sayur, tempe, dan sambal sekaligus, jadi porsinya cukup lengkap untuk satu piring saja. Kalau diibaratkan, rasanya mirip bibimbap Korea, tapi aroma dan rasanya jauh lebih kuat dan intens. Rendang bahkan pernah dinobatkan sebagai makanan paling lezat di dunia versi jajak pendapat CNN, mengalahkan nasi goreng yang berada di posisi kedua — jadi soal rasa memang sudah teruji. Rasanya cukup adiktif sampai satu piring pasti habis, dan kalau kekenyangan membuat pukulan Anda di sembilan lubang terakhir jadi berantakan, saya tidak bertanggung jawab (haha).

Green Fee — Update 2026 (Khusus WNI & Pemegang KITAS)

Tarif tamu berikut ini berdasarkan situs resmi klub. Tarif sudah termasuk green fee, caddie fee, dan golf cart sharing (kecuali walking golf), dan hanya berlaku untuk WNI atau pemegang KITAS — poin ini penting untuk dicek dulu. Reservasi bisa dilakukan maksimal 2 minggu sebelumnya lewat telepon tim reservasi (+62 821 2201 3232) atau email.

KategoriHariTarif (Tamu)
WeekdaySelasa–JumatRp850.000
Weekday (Senior & Ladies Day)Senin–KamisRp680.000
Weekday (Junior Day)Senin–JumatRp620.000
Senin soreSenin (PM)Rp720.000
Walking GolfSenin–Kamis soreRp550.000
Weekend & hari libur pagiSabtu, Minggu, hari liburRp2.200.000
Sabtu soreSabtu (PM)Rp1.700.000
Minggu & hari libur soreMinggu (PM)Rp1.500.000

Untuk member, tarifnya sama setiap hari: caddie fee Rp280.000, golf cart sharing Rp205.000, dan single cart Rp400.000. Satu putaran 18 hole biasanya memakan waktu sekitar 4–5 jam, tergantung pace permainan.

Restoran Korea yang Enak Dikunjungi Setelah Main

Gading Serpong termasuk kawasan dengan restoran Korea paling padat di area Serpong. Edisi ini lebih fokus ke informasi lapangan, jadi saya belum sempat mampir langsung ke restoran-restorannya. Berikut beberapa restoran Korea dengan ulasan bagus di kawasan yang sama dengan lapangan golf ini, hasil riset saya. Mulai edisi berikutnya, saya akan tulis ulasan dari tempat yang benar-benar saya kunjungi sendiri.

  • Born Ga (본가) — Ruko di boulevard utama Gading Serpong. Menu andalan galbi jjim, sup pasta kedelai (doenjang jjigae), dan iga bumbu, dengan harga sekitar Rp100.000–350.000 per orang.
  • Kawasan resto Korea di Summarecon Mall Serpong — Mujigae, Seorae Korean Grill, Jeju Don, dan MAGAL Korean BBQ berada dalam satu area mal, jadi tinggal pilih.
  • Dae Ga Ya (대가야) — Restoran yang menyajikan masakan Korea, China, dan Jepang sekaligus di bawah satu atap — dan anehnya, apapun yang dipesan rasanya selalu di atas rata-rata. Yang paling saya suka adalah kuah guljjamppong (jjamppong tiram)-nya, benar-benar karya seni. Cheonggukjang (sup kedelai fermentasi) dan bossam juga jadi menu andalan di sini. Jaraknya 15 menit dari Gading, tapi kalau lewat jalan pintas yang agak berkelok-kelok(?), bisa sampai dalam 10 menit saja. Menunya yang beragam juga jadi keuntungan tersendiri — kalau rombongan selera beda-beda, waktu ‘mau makan apa’ jadi jauh lebih singkat. Lantai 1 untuk hall, lantai 2 ruangan privat, lantai 3 ruangan privat sekaligus karaoke, meski saya belum sempat cek apakah lagu-lagu terbarunya sudah diperbarui.
  • Hanam Dwaeji (하남돼지집) — Sudah 6 bulan buka, tapi setiap kali saya ke sana selalu ramai pengunjung. Sekitar 80% pelanggannya terlihat dari komunitas Tionghoa lokal — cukup populer di kalangan warga sekitar. Rasa dagingnya juara, pilihan potongan dagingnya beragam, dan side dish-nya melimpah, jadi worth it kapan pun Anda datang. Lantai 1 dan 2 untuk hall, lantai 3 untuk ruangan privat — tapi untuk booking ruangan minimal order Rp1.500.000 untuk 4 orang, atau Rp2.500.000 untuk 8 orang ke atas. Setiap kali saya ke sana selalu ada antrean, jadi soal rasa memang sudah teruji, dan katanya mereka juga akan segera buka cabang di Bali.
  • Kangga Gukbap (강가국밥) — Papan namanya saja sudah mencolok. Di sebelahnya ada Su Wah, tempat dimsum yang terkenal enak, dan di gedung sebelahnya berdiri papan nama besar ‘Kangga Gukbap — Dwaeji Gukbap & Sayuk’. Baru buka sekitar satu bulan, dan begitu dengar kabar mereka masak kaldu tulang sapi selama 24 jam dalam kuali besi di lantai 3, saya langsung ke sana pas jam makan siang di masa awal buka. Begitu duduk, kimchi, timun-bawang, dan saus cocolan langsung disajikan, lalu semangkuk besar kuah putih kental berisi daging babi dan sayuran mirip asparagus datang ke meja — harga setnya Rp170.000 (sudah termasuk pajak). Tempatnya ramai oleh pelanggan muda dari komunitas Tionghoa lokal, jadi sepertinya responnya cukup bagus. Sebagai catatan, lokasinya sebenarnya bukan di Gading Serpong, melainkan di kawasan BSD yang sedang ramai pembangunan, tapi jaraknya cuma 15 menit dari Gading dan secara geografis malah lebih dekat ke Serpong. Karena baru satu kali ke sana, kali ini saya kasih perkenalan singkat dulu, dan nanti akan saya update lagi dengan foto dan review yang lebih lengkap.
  • Mr. Park (미스터 박) — Korean BBQ otentik yang baru buka di Bez Plaza, Gading Serpong sejak September 2025. Menu andalannya yangnyeom galbi dan idong galbi, dan tersedia private room dengan karaoke.
Tampak depan Kangga Gukbap, di sebelahnya ada resto dimsum Su Wah
Tampak depan Kangga Gukbap. Di gedung sebelah ada Su Wah, resto dimsum yang terkenal enak.

Ringkasan

ItemKeterangan
Lapangan18 hole par 72, desain Graham Marsh, dibuka 1996
LokasiGading Serpong, sekitar 45 menit dari Jakarta
Green fee tamuWeekday Rp850.000 / Weekend pagi Rp2.200.000 (termasuk caddie & cart, khusus WNI/KITAS)
Restoran Korea sekitarBorn Ga, kawasan resto Korea Summarecon Mall Serpong, Dae Ga Ya, Hanam Dwaeji, Ganggagukbap, Mr. Park, dll

Gading Raya pernah menjadi tuan rumah beberapa turnamen internasional, jadi kondisi lapangannya cukup terjaga, dan fairway-nya yang lebar membuatnya ramah untuk pemain pemula. Edisi berikutnya akan membahas lapangan golf di area BSD. Kalau ada yang punya rekomendasi restoran Korea di Serpong yang sudah pernah dicoba langsung, boleh banget share di kolom komentar — akan saya masukkan di update berikutnya.

※ Info green fee dan restoran berlaku per 2026, bisa berubah tergantung kebijakan lapangan golf atau operasional resto, jadi sebaiknya cek ulang sebelum berkunjung.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *